Psikoedukasi Maskulinitas Sehat Bagi Remaja Laki-laki di Sekolah Berasrama

Authors

  • Siti Rai’yati Universitas Lambung Mangkurat
  • Atika Nur Fitri Universitas Lambung Mangkurat
  • Fathia Febylafayza Tandri Universitas Lambung Mangkurat
  • Meiliani Nazili Darmawan Universitas Lambung Mangkurat
  • Septyan Dwiantoro Universitas Lambung Mangkurat
  • Tika Khairana Mahfujah Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.24036/pusako.v5i01.209

Keywords:

maskulinitas sehat, kesadaran emosi, psikoedukasi, remaja laki-laki, sekolah berasrama

Abstract

Remaja laki-laki kerap menginternalisasi norma maskulinitas kaku yang menempatkan ekspresi emosi sebagai bentuk kelemahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa laki-laki mengenai maskulinitas sehat dan ekspresi emosi adaptif di sekolah berasrama. Asesmen kebutuhan dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner awal, analisis prioritas Metode Bryant, dan analisis SWOT. Sebanyak 16 siswa laki-laki kelas 7 dan 8 mengikuti satu sesi psikoedukasi bertajuk “Menjadi Laki-Laki yang Keren dan Sehat Secara Emosional”. Materi mencakup sosialisasi gender, kesadaran emosi, maskulinitas sehat, regulasi emosi, dan komunikasi asertif. Evaluasi program menggunakan analisis gain score secara deskriptif dengan membandingkan skor pretest dan posttest, serta didukung oleh catatan observasi proses. Rerata posttest lebih tinggi 0,13 poin daripada rerata pretest, yang menunjukkan kecenderungan awal peningkatan pemahaman setelah kegiatan. Catatan proses juga memperlihatkan partisipasi positif selama diskusi, meskipun perhatian dan keterbukaan peserta belum merata. Temuan ini merupakan gambaran awal perubahan dan bukan kesimpulan inferensial mengenai efektivitas program. Program lanjutan perlu dilaksanakan dalam beberapa sesi dengan latihan interaktif, diskusi sebaya, dan evaluasi berkala agar literasi emosional siswa berkembang lebih berkelanjutan.

References

Bawangun, Y., Tiwa, T. M., & Kaunang, S. E. J. (2025). Hubungan toxic masculinity dengan konsep diri pada remaja laki-laki Universitas Negeri Manado. Psikopedia, 6(3), 257–263. https://doi.org/10.53682/pj.v6i3.12169

Bosacki, S., Talwar, V., & Lecce, S. (2023). Critical review: Secondary school climate and adolescents’ emotional well-being. Adolescents, 3(3), 508–523.

Chelouche-Dwek, G., & Fonagy, P. (2025). Mentalization-based interventions in schools for enhancing socio-emotional competencies and positive behaviour: A systematic review. European Child & Adolescent Psychiatry, 34(4), 1295–1315. https://doi.org/10.1007/s00787-024-02578-5

Dewi, A. P., & Savira, S. I. (2021). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas pada siswa sekolah menengah pertama. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(6), 117–126.

King, T. L., Shields, M., Sojo, V., Daraganova, G., Currier, D., O’Neil, A., King, K., & Milner, A. (2020). Expressions of masculinity and associations with suicidal ideation among young males. BMC Psychiatry, 20, Article 228. https://doi.org/10.1186/s12888-020-2475-y

Landa, S. U., González, S. N., Martínez, A. P., Leiva, M. G., & Castro, J. L. G. (2024). The boomerang effect of suppression of emotional expression: Relationship power, affectivity and adolescent and youth male-to-female dating violence. Journal of Youth and Adolescence, 53(1), 36–52.

Li, H., Law, W., Zhang, X., & Xiao, N. (2023). Social support and emotional well-being among boarders and day school students: A two-wave longitudinal study. Children and Youth Services Review, 155, 107217.

Nielson, M. G., Jenkins, D. L., & Fraser, A. M. (2023). Too hunky to help: A person-centered approach to masculinity and prosocial behavior beliefs among adolescent boys. Journal of Social and Personal Relationships, 40(9), 2763–2785.

Pearson, R. (2023). Masculinity and emotionality in education: Critical reflections on discourses of boys’ behaviour and mental health. Educational Review, 75(6), 1101–1130.

Shawcroft, J., Rogers, A. A., & Nielson, M. G. (2024). Endorsement of masculine-typed behaviors decreases during middle adolescence: The contextualizing role of peer experiences for adolescents living in the United States. Journal of Youth and Adolescence, 53(2), 416–431.

Hajam, Solihah, R. I., Sudrajat, A., & Marzuki, M. (2024). Analisis kritis: Konstruksi identitas gender dalam pendidikan agama Islam. JUPENSAL: Jurnal Pendidikan Universal, 1(4), 587–598.

Susan, Setyowati, W. E., & Febriana, B. (2025). Hubungan antara maskulin gender role dengan ekspresi emosional pada remaja laki-laki. Essentia: Journal of Medical Practice and Research, 1(2), 137–142. https://doi.org/10.65310/myvvdy80

Downloads

Published

2026-08-07

How to Cite

Siti Rai’yati, Fitri, A. N., Fathia Febylafayza Tandri, Meiliani Nazili Darmawan, Septyan Dwiantoro, & Tika Khairana Mahfujah. (2026). Psikoedukasi Maskulinitas Sehat Bagi Remaja Laki-laki di Sekolah Berasrama. PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi, 5(01), 18–28. https://doi.org/10.24036/pusako.v5i01.209

Issue

Section

Articles