Pemulihan Pascabencana Berbasis Komunitas: Integrasi Psychological First Aid dan Pendampingan Legal Aset di Nagari Katapiang
DOI:
https://doi.org/10.24036/pusako.v5i01.219Keywords:
ketahanan psikososial; Psychological First Aid; pemulihan pascabencana; legal aset; intervensi berbasis komunitasAbstract
Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga dengan ketahanan psikososial masyarakat serta pemulihan akses terhadap identitas dan dokumen legal aset. Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan wilayah yang mengalami bencana banjir dan banjir bandang yang berdampak pada kerusakan rumah dan lahan pertanian, pengungsian berkepanjangan, serta terganggunya akses masyarakat terhadap layanan dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat ketahanan psikososial melalui Psychological First Aid (PFA) berbasis kader serta mendukung pemulihan legal aset melalui pendampingan berbasis komunitas. Program menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan dan alih pengetahuan, penerapan teknologi sosial, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Pelatihan PFA mencakup reaksi psikologis pascabencana, prinsip Look–Listen–Link, komunikasi empatik, batasan peran kader, teknik menenangkan diri, dan mekanisme rujukan. Komponen legal aset mencakup hak masyarakat pascabencana, prosedur pemulihan
dokumen, konsultasi, dan pendampingan administratif. Hasil pelaksanaan dalam laporan kemajuan menunjukkan skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test dan peserta mampu mempraktikkan teknik dasar PFA melalui simulasi. Program juga menghasilkan modul PFA, buku saku, instrumen evaluasi, SOP, alur layanan, dan model pendampingan pemulihan legal aset berbasis komunitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kader dan penyediaan perangkat layanan yang dapat digunakan kembali menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dukungan psikososial serta pemulihan administratif dan legal masyarakat pascabencana di tingkat nagari.
References
Asian Development Bank. (2021). Strengthening community resilience after disaster. Asian Development Bank.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Peta risiko bencana Indonesia. BNPB.
Hobfoll, S. E., Watson, P., Bell, C. C., Bryant, R. A., Brymer, M. J., Friedman, M. J., Friedman, M., Gersons, B. P. R., de Jong, J. T. V. M., Layne, C. M., Maguen, S., Neria, Y., Norwood, A. E., Pynoos, R. S., Reissman, D., Ruzek, J. I., Shalev, A. Y., Solomon, Z., Steinberg, A. M., & Ursano, R. J. (2007). Five essential elements of immediate and mid-term mass trauma intervention: Empirical evidence. Psychiatry, 70(4), 283–315. https://doi.org/10.1521/psyc.2007.70.4.283
Inter-Agency Standing Committee. (2007). IASC guidelines on mental health and psychosocial support in emergency settings. IASC.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2023). Penguatan ketangguhan desa dalam penanggulangan bencana. Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.
Komnas HAM. (2024). Hak atas identitas dan perlindungan hukum korban bencana. Komnas HAM.
Namati. (2017). Legal empowerment practitioners' guide. Namati.
Nio, S. R., Rusli, D., Wibawa, A. D., Zahra, N. M., et al. (2024). Pelatihan komunikasi asertivitas seksual guna mencegah terjadinya tindakan seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. PUSAKO: Jurnal Pengabdian Psikologi, 3(2), 1–6. https://doi.org/10.24036/pusako.v3i2.95
Nio, S. R., Rusli, D., Damra, H. R., & Arben, A. (2025). Pelatihan ESQ untuk pencegahan perilaku seks bebas bagi remaja di Nagari Tiku Selatan Kabupaten Agam. PUSAKO: Jurnal Pengabdian Psikologi, 4(1), 26–34. https://doi.org/10.24036/pusako.v4i01.141
Nurmina, N., Netrawati, N., & Rinaldi, R. (2020). Pelatihan manajemen stres dan relaksasi bagi ibu rumah tangga terdampak Covid-19 di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kota Padang. PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat), 2(2), 150. https://doi.org/10.30872/plakat.v2i2.4972
United Nations Development Programme. (2022). Legal recovery after disaster. UNDP.
World Health Organization. (2011). Psychological first aid: Guide for field workers. WHO.



