Penguatan Resiliensi Remaja melalui Program Pelatihan Manajemen Stres dan Problem Solving
DOI:
https://doi.org/10.24036/pusako.v5i2.220Abstract
Remaja yang menempuh pendidikan di lingkungan boarding school menghadapi tuntutan psikologis yang khas, berasal dari struktur disiplin ketat, aktivitas akademik padat, dan keterpisahan jangka panjang dari keluarga. Kondisi ini menuntut resiliensi yang kuat, khususnya dalam aspek manajemen stres dan keterampilan problem solving. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat resiliensi remaja di SMK Penerbangan Nusantara (S.P.N) Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, melalui pelatihan terstruktur tentang manajemen stres dan problem solving. Kegiatan melibatkan 50 siswa dan dilaksanakan melalui penyuluhan psikologis, pelatihan keterampilan, simulasi berbasis kasus, serta diskusi kelompok reflektif. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep stres dan strategi coping adaptif, serta peningkatan kemampuan problem solving secara sistematis. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, 82% peserta menunjukkan tingkat resiliensi sedang hingga tinggi setelah mengikuti program. Peserta juga menyusun action plan individual untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Modul pelatihan dan buku saku yang diserahkan kepada sekolah menjadi media pembelajaran berkelanjutan bagi guru bimbingan konseling. Program ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dan psikoedukatif efektif dalam memperkuat resiliensi remaja pada setting pendidikan berdisiplin tinggi.
References
Compas, B. E., Jaser, S. S., Bettis, A. H., Watson, K. H., Gruhn, M. A., Dunbar, J. P., & Thigpen,
J. C. (2017). Coping, emotion regulation, and psychopathology in childhood and adolescence: A meta-analysis. Psychological Bulletin, 143(9), 939–991. https://doi.org/10.1037/bul0000110
D'Zurilla, T. J., Nezu, A. M., & Maydeu-Olivares, A. (2004). Social problem-solving: Theory and assessment. Springer. https://link.springer.com/book/10.1007/978-1-4615-0833-8
Durlak, J. A., Weissberg, R. P., Dymnicki, A. B., Taylor, R. D., & Schellinger, K. B. (2011). The impact of enhancing students' social and emotional learning: A meta-analysis of school-based universal interventions. Child Development, 82(1), 405–432. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2010.01564.x
Gusneli, N. P., & Pratama, M. (2025). Peran strategi coping terhadap kecemasan masa depan pada fresh graduate. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(4), 2651–2663.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan indikator kinerja utama perguruan tinggi. Kemendikbudristek. https://dikti.kemdikbud.go.id
Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2017). Social networking sites and addiction: Ten lessons learned. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(3), 311. https://doi.org/10.3390/ijerph14030311
Martin, A. J., Papworth, B., Ginns, P., & Liem, G. A. D. (2014). Boarding school, academic motivation and engagement: A comparison of day and boarding students. Educational Psychology, 34(7), 850–867. https://doi.org/10.1080/01443410.2013.769592
Masten, A. S. (2014). Ordinary magic: Resilience in development. Guilford Press. https://www.guilford.com/books/Ordinary-Magic/Ann-Masten/9781462523718
Nazarlin, Martin, S. N., Damrah, H. R., & Irta, A. Z. (2024). Trauma emosional remaja keluarga dengan kekerasan dan perselingkuhan: Studi fenomenologis. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 7(1), 1–9. https://journal.laaroiba.ac.id/index.php/assyari
Nio, S. R., Rusli, D., Damra, H. R., & Arben, A. (2025). Pelatihan ESQ untuk pencegahan perilaku seks bebas bagi remaja di Nagari Tiku Selatan Kabupaten Agam. PUSAKO: Jurnal Pengabdian Psikologi, 4(1), 26–34.
Nio, S. R., Rusli, D., Wibawa, A. D., Zahra, N. M., Azzahra, S., Utami, H. D., & Abrar, A. (2024). Pelatihan komunikasi asertivitas seksual guna mencegah terjadinya tindakan seks bebas pada
siswa SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. PUSAKO: Jurnal Pengabdian Psikologi, 3(2), 1–6.
Oktarisa, F., Dessyrianti, R. F., Deviona, N., & Wilda, M. A. (2023). Academic stress and emotional intelligence as predictors of subjective well-being. Journal of RAP (Actual Research in Psychology of Padang State University), 14(1), 49–62.
Pascoe, M. C., Hetrick, S. E., & Parker, A. G. (2020). The impact of stress on students in secondary school and higher education. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 104–112. https://doi.org/10.1080/02673843.2019.1596823
Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life's inevitable obstacles. Broadway Books. https://www.penguinrandomhouse.com/books/37353/The-Resilience-Factor-Karen-Reivich-and-Andrew-Shatte/
Santrock, J. W. (2016). Adolescence (16th ed.). McGraw-Hill Education. https://www.mheducation.com/highered/product/adolescence-santrock/M9780078117014.html
Southwick, S. M., Bonanno, G. A., Masten, A. S., Panter-Brick, C., & Yehuda, R. (2014). Resilience definitions, theory, and challenges: Interdisciplinary perspectives. European Journal of Psychotraumatology, 5(1), 25338. https://doi.org/10.3402/ejpt.v5.25338
Ungar, M. (2008). Resilience across cultures. British Journal of Social Work, 38(2), 218–235. https://doi.org/10.1093/bjsw/bcl343
World Health Organization. (2023). Adolescent mental health. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Yeager, D. S., & Dweck, C. S. (2012). Mindsets that promote resilience: When students believe that personal characteristics can be developed. Educational Psychologist, 47(4), 302–314. https://doi.org/10.1080/00461520.2012.722805



